Jakarta, kpu.go.id – Puncak acara dari rangkaian Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2019 berlangsung semarak di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Jakarta, Senin (23/9/2019). Ribuan anggota dan sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi/KIP Aceh dan KPU kabupaten/kota, berkumpul untuk menyatukan tekad menyelenggarakan Pemilihan 2020 yang sukses, aman dan lancar.

Kegiatan ini sekaligus jadi hitung mundur penyelenggaraan Pemilihan 2020 yang akan dilaksanakan tepat satu tahun kedepan. Dalam sambutannya Ketua KPU RI Arief Budiman optimis Pemilihan 2020 akan berlangsung sukses. Hal ini dilatarbelakangi kesuksesan yang telah diraih di Pemilu 2019 dimana beragam capaian berhasil ditorehkan.

Beberapa capaian tersebut disampaikan Arief, antara lain partisipasi pemilih yang meningkat tajam dibanding pemilu sebelumnya. Di pemilu serentak lalu, angka partisipasi mencapai 82 persen atau diatas target yang sudah dicanangkan diangka 77,5 persen.

Catatan manis lain yang berhasil ditorehkan adalah jumlah sengketa yang menurun tajam dibanding pemilu sebelumnya. Menurut dia pada 2014 sengketa yang masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebanyak 900, berhasil diregister 808 kemudian diproses hingga diputus mencapai 21 kasus.

Dari sisi anggaran, KPU juga menurut Arief berhasil menghemat hingga 40,1 persen. Hal ini tidak terlepas dari semangat KPU untuk melaksanakan kegiatan secara efektif juga didukung oleh penerapan proses pengadaan barang melalui e-katalog. Sementara dibidang hukum, pada 2019 ini KPU juga berhasil meraih penghargaan JDIHN dari Kementerian Hukum dan Ham untuk kategori pengelolaan JDIH terbaik lembaga non kementerian.

Meski begitu Arief menyadari sukses yang diraih ini tidak terlepas dari dukungan banyak pihak baik sesama penyelenggara pemilu, pemerintah hingga TNI/Polri. Dia pun berharap kerjasama yang telah terbangun bisa terus dilanjutkan untuk penyelenggaraan pemilihan maupun pemilu selanjutnya. “Mudah-mudahan kerjasama dengan semua pihak bisa terus dilakukan dan Pemilihan 2020 bisa lebih sukses dibanding Pemilu 2019,” tutur Arief.

Pada kesempatan itu, Arief bersama enam komisioner lainnya Wahyu Setiawan, Pramono Ubaid Tanthowi, Viryan, Evi Novida Ginting Manik, Hasyim Asy’ari, Ilham Saputra serta Sekjen Arif Rahman Hakim secara simbolis menekan layar bergambar surat suara sebagai penanda dimulainya tahapan Pemilihan 2020.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjanjo Kumolo menyampaikan apresasi tinggi atas suksesnya Pemilu 2019. Adapun untuk Pemilihan 2020, pemerintah mendukung penuh pelaksanaannya, khususnya kemendagri melalui dirjen otda telah memanggil seluruh kepala daerah yang menyelenggarakan pemilihan untuk menjamin ketersediaan anggaran.

“Secara prinsip anggarannya cukup tercukupi, karena saya masih punya wewenang memberi paraf RAPBD. Memang masih ada beberapa daerah yang belum titik temu, mohon untuk terus didekati, sinkronkan supaya ada tujuan dicapai,” kata Tjahjo.

Meski demikian Tjahjo pun mengingatkan tetap ada potensi masalah yang bisa saja terjadi dalam pemilihan nanti. Oleh karena itu dia berharap jajaran KPU didaerah bisa mengantisipasinya sedari dini, salah satunya dengan berkordinasi dengan pihak-pihak yang berkompeten. “Seperti logistik, kemudian keuangan (anggaran), netralitas ASN juga potensi perselisihan hasil pemilihan,” tutur Tjahjo. (hupmas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR)(Sumber:kpu.go.id).

Tag : #